
KOTA DEPOK — Awal Maret Tahun 2022 dimulainya pengerjaan proyek underpass di Jalan Dewi Sartika. Untuk kelancaran pengerjaan tersebut, pihak Polres Metro (Polrestro) Depok telah menyiapkan dengan sejumlah skema rencana rekayasa lalu lintas. “Bahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar lalu lintas di sekitar proyek tersebut tetap berjalan lancar,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestro Depok, Komisaris Polisi, Jhoni Eka Putra, Senin (7/3/2022).
Menurutnya, bahwa pembangunan Underpass Dewi Sartika memakan waktu 10 bulan, mulai Maret hingga Desember 2022. Pembangunannya juga terdiri dari tiga tahap. Jadi, pada awal Maret 2022 akan ada pembangunan frontage atau jalan yang menuju terowongan untuk tahap ini rekayasa lalin diberlakukan normal seperti saat ini.
“Namun, untuk rencana tahap selanjutnya di April 2022 akan ada penutupan akses menuju rel, sehingga lalin dialihkan ke Jalan Baru Plenongan, pada tahap akhir akan normal kembali, tutur Jhoni.
Ia juga menjelaskan, bahwa dalam penerapan rekayasa lalin, perlu koordinasi dengan pusat. Hal itu dengan rekayasa lalin dari satu arah menjadi dua arah sebab jalan tersebut jalan Nasional. Seperti, di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH) akan dilakukan rekayasa lalin.
“Jadi, demi meminimalisir kepadatan lalu lintas karena pembangunan underpass. Sedangkan, dengan rambu-rambu juga akan disiapkan guna mencegah terjadinya kecelakaan, karena semua Jalan Dewi Sartika atau di Jalan Nusantara menjadi dua arah. Untuk itu, dari sekarang kami akan sosialisasi bersama Dishub Depok, baik melalui spanduk, media sosial dan juga rambu-rambu, jelas Jhoni.
Jhoni juga mengimbau kepada pengguna jalan agar bisa memperhatikan setiap informasi yang diberikan. Bahkan, pihaknya juga mempersiapkan jumlah personel yang akan diturunkan jika memang rekayasa lalin dibutuhkan.
Untuk itu, pihaknya mohon maaf bagi pengguna jalan yang melintas di Jalan Margonda dan Jalan Nusantara jika saat dalam pembangunan ini akan terganggu kenyamanannya, imbuhnya. FALDI







