Bupati Kapuas Hulu, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 PT pada 14 maret 2025. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar). Rapat ini menjadi momentum penting untuk membahas kinerja, arah strategis, serta rencana penguatan permodalan Bank Kalbar sebagai mitra utama keuangan daerah.
Dalam RUPS tersebut, disampaikan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu menempati posisi kedua tertinggi dalam penyertaan modal di Bank Kalbar, setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Kapuas Hulu dalam mendukung penguatan keuangan daerah melalui perbankan milik daerah.
Melalui keikutsertaan aktif dalam RUPS, Pemkab Kapuas Hulu menyampaikan sejumlah harapan strategis Peningkatan pelayanan Bank Kalbar di wilayah Kapuas Hulu, termasuk di kecamatan perbatasan dan pedalaman. Perluasan akses kredit untuk UMKM, petani, dan nelayan lokal. Dukungan penuh dari Bank Kalbar untuk program digitalisasi keuangan Pemkab dan pelayanan publik berbasis non-tunai.
Bupati menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BUMD seperti Bank Kalbar harus terus diperkuat untuk Mendukung pembangunan ekonomi lokal Mendorong literasi keuangan masyarakat, dan menjadikan Bank Kalbar sebagai bank pilihan utama masyarakat Kalimantan Barat.
Warga menyambut baik fakta bahwa Kabupaten Kapuas Hulu menjadi penyumbang modal terbesar kedua di Bank Kalbar. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah dan mendukung lembaga keuangan milik sendiri.
Masyarakat menginginkan Bank Kalbar menambah jumlah kantor cabang, ATM, dan layanan digital di kecamatan-kecamatan perbatasan dan pedalaman. Kehadiran nyata Bank Kalbar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Masyarakat berharap Bank Kalbar Memberikan skema pinjaman yang ringan dan terjangkau untuk petani, pedagang kecil, dan pelaku usaha rumahan. Tidak terlalu birokratis dan memberatkan syarat seperti agunan besar.
Banyak warga, terutama di pedesaan, masih belum akrab dengan sistem perbankan. Masyarakat menginginkan Program sosialisasi dan edukasi langsung dari Bank Kalbar tentang tabungan, kredit, transaksi digital, dan pengelolaan keuangan keluarga.
Sebagai penyumbang modal besar, masyarakat berharap Dividen (keuntungan) dari Bank Kalbar yang masuk ke kas daerah digunakan untuk program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.







