Pada 23 maret 2025, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, bersama Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus, S.Sos., M.Si, melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Betang di Desa Kekurak, Kecamatan Badau. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau langsung kondisi rumah adat sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait pelestarian budaya dan pengembangan infrastruktur di kawasan perbatasan.
Rumah Betang yang dikunjungi merupakan simbol identitas dan warisan budaya masyarakat Dayak di Kapuas Hulu, serta menjadi bagian penting dari kearifan lokal yang terus dijaga keberadaannya. Sayangnya, beberapa bagian rumah adat tersebut mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal yang sejalan dengan pembangunan infrastruktur kawasan pedalaman dan perbatasan.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus, menyatakan komitmennya untuk mendorong anggaran pusat guna mendukung revitalisasi rumah adat serta pembangunan sarana pendukung lainnya di wilayah perbatasan seperti jalan akses, listrik, dan air bersih.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai forum dialog dengan masyarakat setempat. Sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dasar, pemeliharaan fasilitas umum, hingga pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya.
Masyarakat Desa Kekurak menyambut hangat kedatangan Bupati dan Ketua Komisi V DPR-RI. Mereka menyampaikan rasa bangga atas perhatian pemerintah terhadap Rumah Betang yang selama ini menjadi pusat kegiatan adat dan simbol persatuan.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, DPR-RI, dan masyarakat dapat mempercepat proses pelestarian budaya sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan Kapuas Hulu.
Kunjungan Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan bersama Ketua Komisi V DPR-RI Lasarus, S.Sos., M.Si ke Rumah Betang di Desa Kekurak mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Kehadiran dua tokoh penting ini dianggap sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal dan pembangunan di wilayah perbatasan.
Sejumlah tokoh adat, pemuda, dan warga yang hadir menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar agar Rumah Betang yang selama ini menjadi pusat adat dan kebersamaan masyarakat Dayak dapat segera diperbaiki dan difungsikan secara maksimal.
Mereka juga mengapresiasi komitmen Ketua Komisi V DPR-RI yang akan memperjuangkan anggaran pusat untuk pembangunan wilayah perbatasan, termasuk kebutuhan dasar seperti jalan, air bersih, dan fasilitas pendidikan.
Kunjungan tersebut dinilai mampu memberi harapan baru bagi masyarakat Desa Kekurak dan sekitarnya, bahwa pembangunan tidak hanya berlangsung di kota, tapi juga menyentuh akar budaya dan wilayah pedalaman.







