Pada 21 maret 2025, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, S.M., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik banjir yang melanda Kota Putussibau dan wilayah sekitarnya, pada saat sebelum ditetapkannya status bencana daerah oleh Bupati Kapuas Hulu. Peninjauan ini merupakan bagian dari langkah cepat dan proaktif pemerintah daerah dalam merespons kondisi cuaca ekstrem dan luapan sungai yang menyebabkan genangan di sejumlah pemukiman dan fasilitas umum.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati didampingi oleh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta aparat terkait lainnya. Ia turun langsung ke lapangan untuk menilai tingkat kerusakan dan dampak sosial yang ditimbulkan, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Selain meninjau kondisi fisik banjir, Wakil Bupati juga berdialog dengan warga, mendengarkan langsung keluhan mereka terkait dampak banjir seperti terganggunya aktivitas ekonomi, kerusakan rumah, sulitnya akses air bersih, hingga kebutuhan logistik darurat.
Peninjauan ini menjadi dasar penting bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam menetapkan status tanggap darurat bencana, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan yang sistematis. Wakil Bupati juga menegaskan bahwa semua temuan di lapangan akan segera dilaporkan kepada Bupati Kapuas Hulu sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan lanjutan, termasuk mobilisasi bantuan dan pembentukan posko darurat.
Langkah cepat ini diapresiasi oleh masyarakat sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani bencana secara sigap dan bertanggung jawab.
Warga berharap peninjauan ini menjadi langkah awal yang nyata untuk penanganan darurat, seperti pendirian posko, pemberian bantuan logistik, air bersih, pelayanan kesehatan, dan evakuasi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah paling terdampak. Mereka juga menginginkan agar pemerintah tidak menunggu kondisi memburuk, tetapi segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat secara menyeluruh.
Selain kebutuhan mendesak, masyarakat juga menyuarakan harapan akan adanya solusi jangka panjang agar bencana banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. Mereka mendorong adanya program normalisasi sungai, perbaikan saluran drainase, serta edukasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat lokal.
Di sisi lain, warga berharap informasi dan komunikasi dari pemerintah lebih terbuka dan cepat agar masyarakat tidak panik serta tahu apa yang harus dilakukan selama bencana berlangsung. Partisipasi warga juga ingin lebih dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan penanggulangan bencana.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, warga yakin Kapuas Hulu bisa membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan humanis, demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.







