Pada 10 april 2025, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026.
Musrenbang ini merupakan forum penting yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga unsur organisasi kemasyarakatan. Tujuannya adalah untuk menyusun dan menyepakati program-program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan visi misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, dalam sambutannya menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbang sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan yang transparan dan akuntabel.
Dalam Musrenbang tersebut, berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, antara lain peningkatan kualitas infrastruktur, pengembangan ekonomi lokal, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan pelayanan publik.
Peserta musrenbang juga memberikan masukan terkait pembangunan di wilayah perbatasan, peningkatan ketahanan pangan, hingga percepatan digitalisasi layanan pemerintahan.
Musrenbang ini menegaskan komitmen bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Kegiatan Musrenbang diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan program pembangunan yang telah dirumuskan.
Masyarakat Kapuas Hulu menyambut positif pelaksanaan Musrenbang RPJMD dan RKPD sebagai bentuk keterbukaan pemerintah daerah dalam merancang arah pembangunan secara partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.
Warga juga menaruh harapan besar agar dalam RPJMD 2025–2029, fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Terkait RKPD tahun 2026, masyarakat berharap agar perencanaan tahunan ini benar-benar menjadi langkah awal yang konkret dari visi jangka menengah yang telah dirancang, dengan pelibatan aktif warga dalam setiap proses.







