Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, ormas Islam, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Kapuas Hulu yang lebih maju, harmonis, dan damai.
Hal itu disampaikan Wabup saat menghadiri acara Halal Bihalal Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam se-Kabupaten Kapuas Hulu yang digelar di Masjid Shirathul Jannah, Kecamatan Putussibau Selatan, pada 26 April 2025.
Dalam sambutannya, Sukardi menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Sebagai pemimpin daerah, kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari ormas Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Kapuas Hulu yang lebih baik,” ujar Sukardi.
Masyarakat Kapuas Hulu menaruh harapan besar terhadap sikap dan komitmen Wakil Bupati Kapuas Hulu yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, dan seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan tersebut dianggap mencerminkan kepedulian terhadap pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga harmonis dalam kehidupan sosial dan religius.
Masyarakat memandang bahwa ajakan Wakil Bupati untuk memperkuat sinergi bukanlah sekadar wacana, tetapi sebuah seruan yang relevan dan mendesak di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Mereka berharap sinergi ini dapat diimplementasikan secara konkret dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Keinginan masyarakat adalah agar pemerintah daerah secara aktif melibatkan ormas Islam dalam merancang dan menjalankan program-program sosial kemasyarakatan, mengingat ormas memiliki peran strategis sebagai jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah.
Dengan keterlibatan yang sejajar dan saling menghormati, pembangunan akan lebih berakar pada kebutuhan dan nilai-nilai lokal, serta mampu menciptakan suasana kebersamaan yang kuat.
Masyarakat juga berharap agar kolaborasi ini terus dipupuk melalui dialog yang terbuka dan konstruktif.
Mereka ingin melihat adanya ruang komunikasi yang sehat antara pemangku kebijakan dan tokoh-tokoh agama, tokoh adat, serta pemuda, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan semangat gotong royong dan keadilan sosial.







