Jambore Sekami Se Keuskupan Sintang Tahun 2025 sudah berjalan sukses, aman dan lancar di Kompleks Persekolahan Panca Setya 2 Sintang selama 4 hari, mulai 1-4 Juli 2025.
Hal tersebut disampaikan Welbertus Ketua Panitia Jambore Sekami Se Keuskupan Sintang Tahun 2025 saat acara penutupan pada Jumat, 4 Juli 2025 siang.
Welbertus menjelaskan sangat bersyukur karena kegiatan sudah berjalan dengan baik, dengan persiapan sejak 4 bulan lalu dengan jumlah panitia yang besar, sudah mampu melayani peserta yang jumlahnya ribuan anak dan remaja.
“seluruh kegiatan, sudah diikuti dengan baik oleh seluruh peserta. Kunjungan ke 10 lokasi juga terlaksana dengan baik. Anak dan remaja senang bisa berkunjung, dan berdialog dengan pengelola di 10 tempat tersebut dengan baik. Peserta semakin bertambah wawasannya dan kita menanamkan semangat toleransi yang kuat dengan mengunjungi Vihara, GKII Imanuel, Pondok Pesantren dan Keraton Sintang” terang Welbertus
“kami berharap, seluruh materi selama kegiatan ini, bisa menjadi bekal anak dan remaja saat kembali ke parokinya masing-masing. Terima kasih atas dukungan Pemkab Sintang, Pemkab Melawi dan Pemkab Kapuas Hulu, dan seluruh donatur, sehingga kegiatan bisa berjalan lancar. Selama kegiatan, cuaca juga sangat mendukung, sehingga seluruh acara bisa dilaksanakan.” terang Welbertus.
Pada acara penutupan tersebut, sebanyak 38 Paroki yang ada di Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kapuas Hulu beserta Sekami Keuskupan Ketapang dan Keuskupan Agung Pontianak menerima cindera mata dari panitia. Cinderamata tersebut diserahkan oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Vikaris Jendral Keuskupan Sintang RD Leonardus Miau, dan Welbertus Ketua Panitia Jambore Sekami Keuskupan Sintang Tahun 2025.
Masyarakat Keuskupan Sintang menyambut dengan penuh antusias dan sukacita atas terselenggaranya Jambore SEKAMI yang berlangsung selama empat hari pada tahun 2025. Mereka berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan dengan sukses dan lancar secara teknis, tetapi juga membawa dampak positif yang mendalam bagi para peserta, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat.
Harapan besar tertuju pada terciptanya suasana kebersamaan yang hangat antar anak-anak dan remaja dari berbagai paroki di keuskupan, sehingga terjalin semangat persaudaraan sejati dalam Kristus. Masyarakat juga berharap agar Jambore ini menjadi momen pembentukan iman yang kuat, menanamkan nilai-nilai misioner sejak dini, serta membentuk generasi muda yang cinta gereja dan siap melayani.
Masyarakat juga berharap acara ini dapat mempererat hubungan antara umat di seluruh keuskupan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan saling mendukung. Keterlibatan para pendamping, relawan, dan tokoh gereja diharapkan mampu menjadi teladan iman dan pelayanan bagi anak-anak dan remaja yang hadir.







