SINTANG-Kabupaten Sintang menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah Se Kalimantan Barat selama 3 hari yakni pada Kamis, 31 Oktober 2024 hingga Sabtu, 2 November 2024.
Dihari terakhir, Sabtu, 2 November 2024 pagi, Bappenda Kabupaten Sintang mengajak peserta Rakor Pendapatan Daerah Se Kalimantan Barat untuk melakukan City Tour dengan mengunjungi tiga tempat wisata di Kabupaten Sintang.
Lokasi wisata yang pertama yang dikunjungi adalah Museum Kapuas Raya. Peserta rakor diajak berkeliling dan melihat koleksi yang ada di Museum Kapuas Raya dengan dipandu oleh Siti Musrikah dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Kalimantan.
Selimin Kepala Bappenda Kabupaten Sintang menyampaikan city tour ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan rakor pendapatan daerah Se Kalbar.
“setelah dua hari kita berdiskusi di dalam ruangan, maka dihari terakhir, kami membawa peserta untuk mengunjungi lokasi wisata di Kabupaten Sintang. kami berharap, rakor ini bisa menambah semangat para pejuang PAD Se Kalimantan Barat dan setelah kembali ke daerah masing-masing, bisa langsung bekerja mengejar target sampai di triwulan terakhir tahun 2024 ini” terang Selimin
“jaga terus kerjasama dan kolaborasi seluruh pejuang PAD Se Kalbar. Selamat jalan untuk seluruh peserta yang akan pulang ke daerah masing-masing. Selamat dan sehat tiba di tempat tujuan” ucap Selimin
Sementara Sri Ratnaningsih Kepala Bidang Penagihan dan Pengawasan pada Bappenda Kubu Raya menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kerahaman dari tuan rumah Bappenda Kabupaten Sintang.
salah seorang warga Sintang Rudi ketika dikonfirmasi media www.wartajurnalis.com mengatakan, bahwa proses peningkatan pendapatan daerah memang memerlukan inovasi dan kerja keras dari semua pihak yang terlibat. Belajar hal baru dan mengimplementasikannya secara strategis adalah kunci untuk mencapai hasil yang maksimal. Dengan memanfaatkan potensi lokal, mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan meningkatkan kualitas pelayanan serta infrastruktur, daerah dapat mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik. Selain itu, penting juga untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan,ujarnya.(Masius)


WWW.WARTAJURNALIS.COM