Bupati Kapuas Hulu, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 11 maret 2025, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas isu-isu krusial dalam pengendalian inflasi dan stabilitas harga barang di wilayah Kalbar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu menyampaikan dua hal penting yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah perhuluan Banjir yang terjadi menyebabkan gangguan distribusi logistik dan bahan kebutuhan pokok ke wilayah perbatasan dan pedalaman. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat karena memicu kelangkaan dan kenaikan harga barang.
Harga tiket dinilai memberatkan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Hal ini membatasi mobilitas orang dan barang, serta memperlambat konektivitas antarwilayah.
Melalui forum TPID ini, Bupati berharap adanya Koordinasi cepat lintas instansi, terutama Balai Jalan Nasional dan maskapai penerbangan. Intervensi strategis dari pemerintah provinsi dan pusat dalam menjaga kelancaran distribusi serta keterjangkauan harga transportasi.
Masyarakat sangat berharap Pemerintah pusat segera menangani banjir langganan di kawasan Ambawang yang menghambat jalur distribusi utama. Solusi konkret seperti perbaikan elevasi jalan, drainase, atau jalur alternatif disiapkan agar kebutuhan pokok tetap terdistribusi dengan baik.
Tingginya harga tiket pesawat rute Putussibau–Pontianak membuat masyarakat Sulit mengakses layanan kesehatan rujukan, pendidikan, dan urusan administrasi di ibu kota provinsi. Menuntut subsidi harga atau penerbangan tambahan agar mobilitas masyarakat bisa tetap terjaga.
Dengan gangguan distribusi dan minimnya transportasi udara, masyarakat perhuluan mengalami Kenaikan harga beras, minyak, dan kebutuhan harian yang sulit dikendalikan. Harapan besar agar TPID melakukan operasi pasar atau subsidi logistik di wilayah paling terdampak.
Warga merasa bangga karena Bupati menyuarakan masalah mereka di forum tingkat provinsi, namun mereka juga berharap Pemprov dan kementerian terkait benar-benar mendengar dan bertindak, bukan hanya mencatat.







