Dalam rangka mempersiapkan gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Bupati Kapuas Hulu, menghadiri Rapat Pra-Ekspos Pelaksanaan MTQ pada 14 april 2025.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Forkopimda Kapuas Hulu, panitia daerah, tokoh agama, serta perwakilan dari berbagai instansi teknis terkait. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memaparkan rencana teknis, kesiapan infrastruktur, akomodasi, serta penyusunan agenda kegiatan dalam rangka pelaksanaan MTQ yang direncanakan akan digelar di Kapuas Hulu.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-33 sebagai tuan rumah, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai ajang memperkuat syiar Islam dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan acara ini, mulai dari kesiapan tempat lomba, penginapan kafilah, pengamanan, hingga dukungan masyarakat sebagai tuan rumah yang ramah dan terbuka.
Sementara itu, perwakilan LPTQ Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi atas kesiapan awal Kabupaten Kapuas Hulu dalam menyambut MTQ ke-33. Mereka menilai bahwa semangat gotong royong dan kesiapan infrastruktur menjadi modal penting bagi suksesnya event keagamaan terbesar di provinsi ini.
Masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu menyambut antusias rencana pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di daerah mereka. Warga berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak religius, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pariwisata, dan promosi budaya daerah.
Rencana pelaksanaan MTQ ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kapuas Hulu menuai antusiasme dan dukungan luas dari masyarakat. Warga menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada daerah mereka sebagai tuan rumah, dan menilai momentum ini sebagai ajang penting yang membawa manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi..
Selain itu, para pemuda setempat juga menyatakan kesiapan untuk turut serta sebagai relawan dan panitia pendukung. Mereka berharap pelaksanaan MTQ bisa menjadi contoh bagi event-event keagamaan dan budaya lainnya di masa mendatang.
Tanggapan positif masyarakat ini menjadi bukti bahwa MTQ bukan hanya milik pemerintah atau LPTQ, melainkan milik bersama seluruh lapisan warga. Mereka siap menyambut tamu dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dengan keramahan dan semangat kebersamaan.







