Pada Kamis, 20 Februari 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melantik Fransiskus Diaan dan Sukardi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu periode 2025–2030 di Istana Kepresidenan Jakarta. Pelantikan ini merupakan bagian dari pelantikan serentak 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024.
Usai pelantikan, pada 6 Maret 2025, Fransiskus Diaan dan Sukardi disambut secara resmi oleh masyarakat dan jajaran pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu di Bandara Pangsuma Putussibau. Acara penyambutan berlangsung dengan khidmat, diiringi penampilan seni budaya Kapuas Hulu, dan dihadiri oleh Forkopimda serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam pidato pertamanya, Bupati Fransiskus Diaan mengajak seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk bersatu dan bekerja sama membangun daerah menuju Kapuas Hulu yang semakin HEBAT. Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program pembangunan dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap pembangunan, diharapkan kepemimpinan Bupati Fransiskus Diaan dan Wakil Bupati Sukardi dapat membawa Kabupaten Kapuas Hulu menuju kemajuan yang lebih baik dalam lima tahun ke depan.
Masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman, sangat berharap adanya Peningkatan kualitas jalan antarkecamatan dan antarwilayah desa, Pembangunan jembatan dan sarana transportasi air yang aman dan efisien, Perluasan jaringan listrik dan internet untuk mempercepat kemajuan daerah.
Banyak warga menuntut Pemerataan tenaga pengajar hingga pelosok, Pembangunan dan renovasi sekolah, terutama di desa terpencil, Akses beasiswa dan pelatihan vokasi bagi anak-anak muda Kapuas Hulu.
Harapan masyarakat mencakup Ketersediaan puskesmas dengan dokter tetap di kecamatan, Penyediaan ambulans dan fasilitas rujukan cepat, Peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Warga ingin dukungan untuk petani dan nelayan, seperti pupuk bersubsidi, pelatihan pertanian modern, dan pasar hasil panen, Pemberdayaan UMKM, termasuk akses modal usaha dan promosi produk lokal, Pembukaan lapangan kerja baru melalui investasi dan pengelolaan potensi daerah.
Sebagai wilayah yang masuk dalam Kawasan Konservasi Kapuas Hulu, masyarakat berharap Perlindungan hutan adat dan sungai dari eksploitasi berlebihan, Pengelolaan pariwisata berbasis ekowisata untuk menjaga kelestarian alam dan membuka peluang ekonomi.
Masyarakat menginginkan Birokrasi yang transparan dan bebas pungli, Kepemimpinan yang hadir di tengah rakyat, tidak hanya di belakang meja, Program yang tepat sasaran, bukan hanya proyek formalitas.







