Pada 21–28 Februari 2025, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengikuti Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 503 kepala daerah dari seluruh Indonesia, terdiri dari 481 bupati dan wali kota serta 33 gubernur. Retret ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan bertujuan untuk membekali para pemimpin daerah dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Selama retret, para peserta menerima berbagai materi penting, yaitu Untuk menyelaraskan program-program daerah dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Pembekalan ini sangat krusial untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Materi ini memperdalam pemahaman para kepala daerah mengenai peran dan tanggung jawab mereka dalam administrasi pemerintahan.
Bupati Fransiskus Diaan menyatakan bahwa retret ini memberikan pengalaman yang mengesankan dan bermanfaat. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk saling bertukar cerita dan pengalaman dengan kepala daerah lain, serta mendapatkan ilmu dari kementerian dan lembaga terkait.
Dengan mengikuti retret ini, diharapkan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu dapat membawa wawasan baru dalam kepemimpinan daerah mereka dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dengan semangat kebangsaan yang tinggi.
Masyarakat berharap Pemimpin mereka mampu mengambil keputusan cepat dan tepat. Menunjukkan integritas dan kedisiplinan tinggi, terutama dalam menegakkan aturan dan pelayanan publik.
Karena retret juga mengangkat isu antikorupsi dan tata kelola yang baik, masyarakat menuntut Penghapusan pungli dan praktik birokrasi berbelit. Transparansi anggaran dan program pembangunan, agar tepat sasaran dan pro-rakyat.
Masyarakat menginginkan Program daerah yang sejalan dengan kebijakan nasional, agar lebih mudah mendapat dukungan dan pendanaan pusat. Konektivitas Kapuas Hulu dengan provinsi dan pusat makin diperkuat, termasuk sektor transportasi, pendidikan, dan digitalisasi.
Warga berharap bahwa Materi kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan strategi pembangunan yang diterima tidak hanya jadi teori, tapi diterapkan secara nyata di lapangan. Bupati dan Wakil Bupati lebih terbuka dalam melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Dari retret ini, masyarakat berharap muncul pemimpin yang Hadir langsung ke desa-desa, mendengar aspirasi, dan melihat langsung kondisi warganya. Mendorong partisipasi publik dalam pembangunan.







