Bupati kapuas hulu menikmati Suasana malam hari Di Lembah Tidar Akademi Militer Magelang Jawa Tengah

banner 468x60

Setelah mengikuti Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, bersama Wakil Bupati Sukardi, menikmati suasana malam yang tenang dan penuh refleksi di Lembah Tidar pada 25 februari 2025. Lingkungan yang asri dan udara sejuk di kaki Gunung Tidar memberikan kesempatan bagi mereka untuk merenung dan memperkuat tekad dalam memimpin daerah.

Lembah Tidar, yang dikenal sebagai “Paku Tanah Jawa,” memiliki nilai historis dan spiritual yang mendalam.Tempat ini pernah menjadi saksi perjuangan Sultan Agung dan Pangeran Diponegoro melawan penjajah, serta menjadi pusat penggemblengan para ksatria dan perwira TNI Angkatan Darat.Suasana malam yang hening di Lembah Tidar memberikan kesempatan bagi para peserta retret untuk merenung dan memperkuat tekad dalam memimpin daerah.

Bupati Fransiskus Diaan mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti retret di Akmil Magelang memberikan wawasan baru dan semangat untuk memimpin Kapuas Hulu menuju kemajuan. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama retret dapat diterapkan dalam pembangunan daerah dan meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dengan semangat yang diperoleh dari suasana malam di Lembah Tidar, diharapkan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu dapat membawa perubahan positif dan mewujudkan visi pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Kapuas Hulu.

Masyarakat melihat momen sunyi dan reflektif di Lembah Tidar sebagai kesempatan bagi pemimpin daerah untuk Merenungkan tantangan dan prioritas pembangunan. Mengambil inspirasi dari semangat juang para pahlawan yang pernah terkait dengan kawasan tersebut.

Warga menanggapi positif bahwa bupati mereka Menyempatkan diri menikmati momen spiritual dan penuh makna. Terlihat tidak hanya teknokratis, tapi juga manusiawi dan bermakna secara kultural dan emosional.

Momen di Lembah Tidar dipandang sebagai simbol bahwa pemimpin harus lebih peka terhadap jeritan hati rakyat Warga berharap refleksi pribadi tersebut diterjemahkan dalam aksi nyata: memperbaiki jalan rusak, membantu petani, memperkuat pendidikan. Mereka ingin pemimpin yang tidak sibuk pencitraan, tapi hadir dalam kesunyian dan kerja keras.

Banyak warga, terutama guru dan pendidik, berharap pengalaman pemimpin mereka di tempat penuh sejarah seperti Lembah Tidar Menjadi inspirasi bagi pemuda Kapuas Hulu untuk lebih mengenal nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus.

Pos terkait

banner 468x60