Bupati Kapuas Hulu Meninjau progres pembangunan Gedung Pelayanan Satu Atap

banner 468x60

Pada 15 maret 2025, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Gedung Pelayanan Satu Atap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Gedung ini dirancang untuk menjadi pusat layanan publik terpadu yang efisien, transparan, dan ramah masyarakat.

Dalam kunjungannya, Bupati Fransiskus Diaan menekankan Pentingnya kualitas pekerjaan konstruksi, agar gedung dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa kendala struktural. Komitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.

Gedung Pelayanan Satu Atap ini nantinya akan memfasilitasi Layanan administrasi kependudukan (Dukcapil), Perizinan usaha dan investasi (DPMPTSP), Pajak daerah dan retribusi, Serta layanan lainnya yang selama ini tersebar di berbagai kantor OPD.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berharap Gedung ini menjadi simbol reformasi birokrasi, dengan sistem antrean digital, ruang tunggu nyaman, dan layanan berbasis teknologi. Memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan bebas dari pungutan liar (pungli).

Pembangunan Gedung Pelayanan Satu Atap di Kabupaten Kapuas Hulu menjadi sebuah titik terang bagi masyarakat yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengakses layanan pemerintahan. Dari sisi masyarakat, keberadaan gedung ini tidak hanya diartikan sebagai proyek fisik semata, melainkan simbol harapan akan terwujudnya pelayanan publik yang lebih cepat, adil, transparan, dan ramah rakyat.

Selama ini, masyarakat kerap menghadapi proses administrasi yang lambat dan terfragmentasi. Mereka harus berpindah dari satu kantor ke kantor lain hanya untuk mengurus satu dokumen. Dengan hadirnya Gedung Pelayanan Satu Atap, masyarakat sangat berharap semua layanan publik – seperti pembuatan KTP, akta kelahiran, perizinan usaha, dan pembayaran pajak daerah – dapat diakses dalam satu lokasi dengan sistem yang jelas dan tidak menyulitkan.

Masyarakat Kapuas Hulu, terutama generasi muda dan pelaku usaha kecil, berharap layanan yang diberikan tidak lagi bergantung pada sistem manual yang rawan antrian panjang, duplikasi berkas, dan human error. Mereka ingin gedung ini dilengkapi dengan fasilitas berbasis teknologi informasi, mulai dari sistem antrian elektronik, aplikasi pelacakan status layanan, hingga notifikasi digital yang memudahkan warga mengikuti proses administrasi tanpa membuang banyak waktu.

Salah satu harapan terbesar masyarakat adalah terwujudnya pelayanan yang bersih dan bebas dari pungutan liar (pungli). Warga menginginkan setiap proses memiliki tarif resmi yang transparan, tertera jelas, dan diawasi secara ketat.

Masyarakat juga berharap bahwa gedung ini ramah bagi semua kalangan, termasuk kaum disabilitas, lansia, ibu hamil, dan warga dari pedalaman yang mungkin belum terbiasa dengan sistem pelayanan modern. Harapan mereka adalah gedung ini menyediakan akses kursi roda, ruang tunggu yang nyaman, petugas pendamping, dan fasilitas konsultasi yang jelas dan informatif.

Masyarakat ingin Gedung Pelayanan Satu Atap menjadi simbol nyata bahwa pemerintah hadir di tengah rakyat untuk mempermudah hidup mereka, bukan mempersulit. Harapannya, gedung ini akan menjadi wajah baru pemerintahan yang berpihak kepada pelayanan, keterbukaan, dan kesejahteraan.

Bagi masyarakat Kapuas Hulu, pembangunan Gedung Pelayanan Satu Atap membawa harapan yang besar, bahkan lebih besar dari sekadar kenyamanan fasilitas. Ini adalah harapan akan perubahan sistemik dari birokrasi yang lambat dan eksklusif, menuju pelayanan publik yang cepat, efisien, inklusif, dan transparan.

Pos terkait

banner 468x60