Dadan Rustandi: PUPR Siap Tangani Titik Banjir dan Longsor

KOTA DEPOK – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok telah menangani sebanyak 38 titik banjir dan longsor. Berdasarkan data tercatat ada 90 titik banjir dan longsor di Kota Depok. Dari 90 titik banjir dan longsor disebabkan, dampak dari intensitas hujan yang meningkat akhir-akhir ini menjadikan genangan dan longsor di beberapa titik.

Jadi, untuk mengantisipasi dari intensitas hujan lagi selama Januari dan kedepannya, maka kami sudah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) untuk berjaga menerima laporan warga. Dalam dua pekan ini, sudah ada 38 titik banjir dan longsor yang kita tangani, ujar Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi, Rabu (15/1/2020), di Balai Kota Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa menurut laporan yang dihimpun sampai dengan 13 Januari, banjir terjadi di 37 titik. Diantaranya di Kampung Lio, RT 09 dan RW 19, Kecamatan Pancoran Mas (Panmas). Kemudian, Masjid Mampang, Komplek Marinir Parung Bingung, dan Rutan Cilodong.

Sedangkan untuk lokasi longsor, ada 61 titik, diantaranya di Komplek Samudera, RW 06, Kelurahan Depok, Jalan Raya Andara Kelurahan Pangkalan Jati, Jalan Pitara Kecamatan Panmas, dan Perumahan PGRI, Kelurahan Cilodong.

“Jadi, dengan data ini kami selalu update. Sebelumnya ada 90 titik banjir dan longsor, saat ini jumlahnya bertambah delapan titik sehingga totalnya menjadi 98 titik. Tetapi yang sudah tertangani baik sementara maupun permanen sebanyak 38 titik, jelas Dadan.

Dadan menambahkan, bahwa dengan penanganan sementara di lokasi banjir dan longsor yang dilakukan berupa pemasangan cerucuk, karung tanah dan terpal agar longsor tidak meluas. Sedangkan untuk penanganan permanen, dilakukan dengan pemasangan bronjong.

Insyaallah,mudah-mudahan penanganan ini bisa meminimalisir longsor susulan. Kami juga mengimbau warga untuk terus waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan tidak bisa diprediksi, ucap mantan Kabag BLP Kota Depok itu.

FALDI