H-1 PGD Sintang 2025, Toni Tegaskan Persiapan Sudah 99,9 Persen

banner 468x60

Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XII Kabupaten Sintang, Toni memastikan bahwa seluruh persiapan jelang perayaan budaya terbesar masyarakat Dayak di Bumi Senentang itu sudah rampung hampir sepenuhnya.

“Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang ke-12 sudah maksimal 99,9 persen. Tinggal satu, yaitu pelaksanaan. Kita yakin semuanya akan berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya pada Selasa 15 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Silahkan geser keatas untuk lanjut membaca

Menurutnya, suksesnya acara ini tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Mulai dari panitia, aparat keamanan TNI-Polri, hingga berbagai pihak lainnya yang telah menyatakan komitmen bersama dalam rapat koordinasi di Polres Sintang.

“Semua stakeholder sudah sepakat bahwa Gawai Dayak ini adalah event luar biasa milik Kabupaten Sintang. Wajib kita dukung bersama,” tegasnya.

Toni juga menanggapi berbagai keluhan masyarakat pada pelaksanaan gawai sebelumnya.

Ia memastikan, seluruh catatan evaluasi telah diperhatikan, termasuk arahan langsung dari Ketua DAD Kabupaten Sintang, Jefray Edward.

“Pesan dari Pak Jefray sangat jelas, rapikan semua hal, jaga keamanan dan ketertiban, serta khususnya bagaimana kita bisa mengurai kemacetan. Nah, hal itu sudah kita mitigasi kemarin,” jelasnya.

Pekan Gawai Dayak ke-XII ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat persatuan serta memberi dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata lokal.

Sebagaimana diketahui, Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang akan dilaksanakan mulai besok Rabu 16 Juli 2025-Sabtu 19 Juli 2025.

Menjelang pelaksanaan Pesta Gawai Dayak (PGD) Sintang 2025 yang tinggal satu hari lagi, masyarakat Sintang menyampaikan harapan besar agar perayaan budaya tahunan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh makna. Pernyataan dari Toni, salah satu panitia inti PGD, yang menegaskan bahwa persiapan telah mencapai 99,9 persen memberikan optimisme tersendiri bagi masyarakat luas.

Masyarakat berharap agar PGD tahun ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Dayak, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara, sehingga dapat mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi lokal. Mereka menginginkan agar kegiatan adat, seni, dan ritual yang ditampilkan benar-benar mencerminkan kekayaan warisan leluhur dan mempererat persaudaraan lintas etnis dan agama.

Pos terkait

banner 468x60