SINTANG-19 Juli 2025 Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menegaskan bahwa Gawai Dayak memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Sintang. Menurutnya, Gawai Dayak bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan momentum sakral untuk melestarikan dan menghormati budaya warisan nenek moyang yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Florensius Ronny menyampaikan bahwa dalam era modern yang serba cepat ini, budaya lokal menghadapi tantangan besar untuk tetap eksis di tengah arus globalisasi. Oleh karena itu, Gawai Dayak menjadi sangat penting sebagai benteng pelindung identitas masyarakat Dayak. Melalui Gawai, nilai-nilai adat istiadat, bahasa daerah, seni tari, musik tradisional, serta filosofi hidup orang Dayak kembali dihidupkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Menurut Wakil Bupati, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenangnya, tetapi harus dihidupi dan diwariskan. Gawai Dayak adalah bentuk nyata dari semangat itu. Perayaan ini mengandung nilai spiritual, sosial, dan budaya yang saling terjalin erat. Melalui ritual adat, persembahan, dan doa, masyarakat menyatakan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan kehidupan yang diberkahi. Dalam waktu yang sama, masyarakat juga menunjukkan penghormatan kepada leluhur yang diyakini terus menjaga dan membimbing mereka.
Florensius Ronny juga menyebutkan bahwa Gawai Dayak memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Semua lapisan warga, dari tua hingga muda, terlibat aktif dalam mempersiapkan dan merayakan Gawai. Ini menunjukkan bahwa budaya adalah milik bersama yang menyatukan, bukan memecah belah.
Ia berharap agar semangat Gawai Dayak terus dijaga, bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai wujud kecintaan terhadap jati diri suku Dayak. Dengan melestarikan Gawai, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga merawat kebanggaan dan harga diri sebagai anak bangsa yang berbudaya.
Dengan demikian, Gawai Dayak di Sintang menurut Florensius Ronny adalah simbol hidupnya budaya nenek moyang yang patut dijaga, dilestarikan, dan diwariskan sepanjang zaman.(Agung)







