PN Depok Sidangkan Perkara Pembunuhan Anggota TNI, JPU Bacakan Surat Dakwaan

KOTA DEPOK — Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang perkara pembunuhan anggota TNI Yorhan Lopo, yang dilakukan terdakwa Ivan Victor Dethan Alias Ivan 28 tahun. Sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan Surat Dakwaan perkara pembunuhan dimengerti terdakwa dan Penasehat Hukum, sidang pembunuhan anggota TNI lanjut ke sidang pembuktian terhadap Ivan Victor Dethan Alias Ivan (28) pria yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Ivan sebagai terdakwa hadir secara online dalam sidang perdananya, dipimpin Majelis Hakim M. Iqbal Hutabarat dengan anggotanya Yuane marita dan Andi Musyafir, Selasa, (7/12/2021), di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Ivan di limpahkan ke meja hijau oleh Jaksa Penuntut Umum, karena didakwa telah melakukan perbuatan pidana menyebabkan anggota TNI atas nama Yorhan Lopo meninggal dunia dan warga sipil atas nama Adam Y. Sesfao mengalami luka tusuk pada pahanya.

Dalam sidang perdana ini Ivan mendengarkan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Depok Alfa Dera.

Terdakwa Ivan mendapat ajakan untuk mendampingi saksi Roy Marthen Leonard Mbau Doek Alias. Rodock dan istrinya yang bernama Saksi Rendy Pondesta Yasin Alias Kakak Nona untuk mengklarifikasi dan mendamaikan secara kekeluargaan perselisihan sesama perantau dari Nusa Tenggara Timur di Jl. Patumbak Rt 004/005 Kel. Harjamukti Kec. Cimanggis Kota Depok.

Selanjutnya sampai dilokasi saat proses mendamaikan perselisihan, karena kondisi terpancing emosi terdakwa melukai saksi Adam Y. Sesfao menggunakan pisau, selanjutnya melihat korban Yorhan Lopo bergerak maju mendekati kearah terdakwa selanjutnya dengan menggunakan pisau yang terdakwa persiapkan langsung menusuk secara keras kearah dada korban Yorhan Lopo yang mana, akibat perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Yorhan Lopo terjatuh kemudian korban mengamankan diri dengan lari kearah belakang menuju semak semak. Pada pukul 05.30 WIB ditemukan korban Yorhan Lopo dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Alfa Dera.

Setelah membacakan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, terdakwa dan penasehat hukum menyatakan mengerti dan tidak keberatan dengan Surat Dakwaan yang dibacakan karena dakwaan telah cermat, jelas dan lengkap.

Sementara itu Andi Rio Rahmatu selaku Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok menerangkan, bahwa perkara Ivan Victor Dethan Alias Ivan, didakwakan dengan 3 Pasal berbentuk dakwaan kombinasi yakni Kesatu Primair Pasal 338 KUHP, Subsidair Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan Kedua Pasal 351 Ayat 1 KUHP.

Untuk ancaman hukumnya jika Dakwaan Kesatu Primair yang terbukti maka ancaman pidana nya adalah selama-lamanya lima belas tahun penjara, selanjutnya jika Pasal Subsidernya yang terbukti maka pidana penjara paling lama tujuh tahun,” ujar Andi Rio Rahmatu.

Andi Rio juga menyebutkan, bahwa hal itu dikarenakan korbannya ada dua orang dalam dakwaan, Jaksa juga mendakwakan Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan. Jadi, dua korban dan terdakwa sama-sama berasal dari satu Provinsi.

“Kemudian, setelah mendengar dakwaan, pihak Ivan Victor Dethan Alias Ivan, yang didampingi Penasehat Hukumnya menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi. Dan rencananya sidang lanjutan akan digelar pada Senin, 13 Desember 2021 mendatang, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, dan nanti kita akan hadirkan istri korban Yorhan Lopo dan korban warga sipil yang kena luka tusuk,” pungkasnya. FALDI