Sekolah dimusim pandemi Lindra: sistem daring, luring dievaluasi duaminggu sekali

kepala dinas Pendidikan Kabupaten Sintang. Drs.Lindra Azmar, M.Si,

Sintang, Warta Jurnalis- musim pandemi covid-19 di tanah air tidak kunjung undur, penyebaran nya semakin menjadi-jadi. Tidak mengenal batasan usia, tingkatan dan golongan, bahkan menyasar keberbagai sendi-sendi kehidupan umat manusi yang mempengaruhi tata sistem maupun pola kebiasaan sehari-hari.

Salah satu dampak nyata yang sangat terasa adalah proses kegiatan belajar mengajar disekolah terpaksa harus di rumahkan yang juga menjadikan riak canda tawa, tegur sapa, bahkan salam hormat anak-anak peserta didik warga sekolah menjadi tidak bisa tampak lagi dimusim pandemi ini.

Upaya-upaya terus dilakukan oleh pemerintah dalam menangani sistem pendidikan agar tetap terus berjalan seiring penyesuaian proses tumbuh kembang anak-anak peserta didik yang juga terus memerlukan ilmu pengetahuan.

” Mulai dari awal Maret sekolah, sesuai instruksi menteri, gubernur belajar jara jauh. Bisa daring, bisa lurung” kata kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sintang. Drs.Lindra Azmar, M.Si, saat dikonfirmasi terkait penanganan pendidikan di musim pandemi, pada Selasa 09/09/2020.

Dalam kesempatan tersebut, Lindra juga menyampaikan bahwa, dinas pendidikan Sintang berupaya memastikan proses belajar mengajar dari rumah berjalan dengan maksimal dan tepat sasaran ” kami dinas pendidikan setiap dua Minggu sekali mengadakan evaluasi belajar jarak jauh itu bersama kepala sekolah SD dan SMP diruang rapat saya” kata Lindra.

Lindra juga mengatakan, belajar dari rumah mengunakan cara dalam jaringan atau diluar jaringan tentunya harus memperhatikan ketercapayan target kurikulum yang ada.
Karena menurut Lindra, ada nilai-nilai positif yang dapat diambil dari sistem belajar dari rumah tersebut yaitu kebiasaan literasi dan membaca materi pelajaran dapat menjadi penganti kebiasaan negatif anak masa kini yang sering bermin game di hendpon mereka ” Guru-guru juga terinspirasi dengan kreatifitas dalam teknis meberi materi pelajaran belajar dari rumah. Kan beda kalau hanya memberi PR saja, Ini lain. Dan dari evaluasi kita semester lalu, semua dapat berjalan dengan lancar” kata Lindra.

Lebih jauh Lindra mengatakan bahwa untuk daerah Sintang kota, saat ini belajar dari rumah mengunakan sistem daring tidak ada masalah. Namun menjadi kendala bagi sekolah-sekolah di perkampungan minim pasilitas jaringan. ” Kita tidak paksakan anak harus pergi ke gunung, ketempat-tempat yang ada sigyal. Mereka kita sarankan pakai luring saja secara manual. Diberi materi pelajaran untuk berapa hari, nanti siswa ngambil atau guru ngantarnya” jelas Nya.

Saat ini, lanjut Lindra, di Kabupaten Sintang sudah ada dua sekolah tingkat SMP yang memulai tatap muka langsung disekolah. Dengan mematuhi standard protokoler penanganan covid-19. ” Kita di Kalimantan barat yang pertama melaksanakan tatap muka di sekolah. Mulai tanggal duapuluh empat lalu, SMPN 1 dan SMP Panca Setya dua. Kusus kelas sembila” kata Lindra. (Hen)