Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Sintang menyambut siswa-siswi baru tahun ajaran 2025/2026 dengan melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 3 hari.
Dan pada Rabu, 16 Juli 2025, pelajar baru tersebut menerima materi yakni Bijak Bermedia Sosial yang disampaikan oleh Syukur Saleh Kepala Bidang Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang.
Syukur Saleh Kabid Komunikasi Publik saat menyampaikan materi menjelaskan bahwa generai Z menjadi kelompok generasi paling banyak menggunakan internet yakni mencapai 34,40 persen.
“jadi pelajar kelas X itu masuk dalam kategori generasi Z. Dan kebanyakan orang saat menggunakan internet itu adalah untuk mengakses media sosial yakni mencapai 3, 31 persen pada tahun 2024. Itu paling tinggi dibandingkan alasan lain” terang Syukur Saleh
“para pelajar diharapkan menggunakan 6 jurus dalam menggunakan media sosial yakni menggunakan waktu yang tepat, mampu memilih dan memilah informasi yang positif dan negatif, hat-hati saat sharing informasi dan membuat posting, selektif berteman dan bergabung dengan gorup, menjaga data pribadi, dan menggunakan medsos untuk hal yang positif dan produktif” terang Syukur Saleh
“kami juga mengajak pelajar untuk perang terhadap informasi bohong atau hoaks. Saring dulu informasi yang diterima sebelum membagikan ke teman. Dan pelajari dengan baik Undang-Undang Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Nomor 1 Tahun 2024” pesan Syukur Saleh.
Syukur Saleh Kabid Komunikasi Publik juga menjelaskan jenis penipuan di media sosial yang sering terjadi dan cara menghindarinya. Diakhir materi, seluruh peserta MPLS SMA Negeri 4 Sintang diajak untuk mengucapkan secara bersama slogan Orang Cerdas, Bijak Bermedsos dan Saring Sebelum Sharing.
Masyarakat Sintang menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif SMA Negeri 4 Sintang dalam menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan tema yang relevan dan mendidik, yaitu mengajak peserta didik baru untuk cerdas dalam menggunakan media sosial. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini menjadi awal yang positif dalam membentuk karakter siswa yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab di era digital.
Medsos yang begitu dekat dengan kehidupan remaja, jika tidak digunakan dengan bijak, bisa menjadi ancaman. Karena itu, masyarakat berharap para peserta didik mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, ekspresi kreatif, dan membangun jejaring positif, bukan untuk menyebarkan hoaks, perundungan, atau hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.







