Staf Ahli Bupati Sintang Buka Pekan Gawai Dayak ke-3 Kecamatan Binjai Hulu Tahun 2025

banner 468x60

SINTANG-Kamis, 10 Juli 2025, Pekan Gawai Dayak ke-3 Kecamatan Binjai Hulu Tahun 2025 secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Asmidi, S.Kom, M.Si,. Kegiatan ini bertempat di Lapangan Kantor Camat Binjai Hulu.

Hadir dalam pembukaan Gawai Dayak tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus J, S. Pd, M.A.P, beserta rombongan, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Toni, Camat Binjai Hulu Jonny, S. Sos., M.Si, Kapolsek Binjai Hulu, IPTU Royce Erlando, A.Md., KG., S.K.M., para Kepala Desa beserta Perangkat Desa di Kecamatan Binjai Hulu, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Silahkan geser keatas untuk lanjut membaca

Kegiatan pembukaan ditandai secara simbolis dengan pemukulan alat musik tradisional Dayak, yaitu beduk, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan gawai yang berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Dalam sambutannya, Asmidi menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Kecamatan Binjai Hulu yang secara konsisten mengadakan Pekan Gawai Dayak sebagai ajang pelestarian budaya, pemersatu masyarakat, serta wadah ekspresi seni dan tradisi lokal.

“Saya memandang, dalam Dunia yang semakin modern dan global ini, pelestarian budaya lokal seperti gawai dayak menjadi sangat penting. Budaya bukanlah sesuatu yang ketinggalan zaman, melainkan bagian dari identitas dan kekuatan bangsa. Justru, di tengah arus globalisasi, siapa yang mampu mempertahankan dan mengembangkan budayanya dengan baik, maka dialah yang akan tetap eksis dan dihormati” ungkapnnya.

Masyarakat berharap Pekan Gawai Dayak terus dilestarikan dan dijadikan agenda rutin tahunan, tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga lebih diperluas ke tingkat kabupaten bahkan provinsi. Bagi mereka, Gawai Dayak merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi simbol jati diri masyarakat Kalimantan Barat.

Masyarakat juga berharap ke depan dukungan pemerintah semakin maksimal, baik dari sisi pembiayaan, fasilitas, promosi, maupun pelibatan lembaga pendidikan, sanggar seni, dan kelompok adat dalam setiap pelaksanaan gawai. Mereka juga menginginkan adanya ruang lebih besar bagi generasi muda untuk tampil dan berperan aktif, agar mereka tidak hanya mengenal tradisi secara simbolis, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam pelestariannya.

Editor: Indri

Pos terkait

banner 468x60