Tarian pembukaan pekan gawai dayak kabupaten sintang tahun 2025 di rumah betang tampun juah, desa jerora 1, pada rabu, 16 juli 2025.
Acara yang menjadi simbol kebangkitan budaya ini diawali dengan tarian di betang tampun juah. Gerakan tarian yang energik dan penuh makna menggambarkan kekayaan tradisi serta semangat kebersamaan masyarakat Dayak dalam menjaga kearifan lokal.
Tarian pembukaan ini juga menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang hadir, termasuk tamu undangan dari berbagai daerah dan tokoh adat. Alunan musik tradisional seperti gong, ketawak, dan sape mengiringi setiap gerak tarian, menciptakan suasana magis yang menggugah semangat pelestarian budaya.
Bupati Sintang bersama para tokoh adat turut menyaksikan langsung penampilan tarian tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa PGD bukan hanya ajang perayaan, tetapi juga ruang edukasi dan ekspresi jati diri masyarakat Dayak.
Dengan dimulainya PGD melalui tarian adat yang memukau, masyarakat berharap kegiatan ini mampu membangkitkan kecintaan terhadap budaya Dayak serta meningkatkan persatuan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Sintang.
Masyarakat Kabupaten Sintang merasa bangga dan terharu menyaksikan tarian adat Dayak yang ditampilkan dalam pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) 2025 di Rumah Betang Tampun Juah. Tarian tersebut bukan hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sebagai simbol hidupnya budaya Dayak di tanah leluhur.
Masyarakat berharap agar tarian adat seperti ini terus dilestarikan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kegiatan budaya dan kenegaraan di Sintang. Melalui penampilan yang penuh makna ini, masyarakat ingin generasi muda lebih mencintai dan mengenal kekayaan budaya daerah mereka sendiri.
Masyarakat juga berharap bahwa PGD dapat menjadi wadah untuk memperkuat persatuan antar-suku dan antar-komunitas adat, serta menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tarian pembukaan ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk belajar seni tari tradisional dan menjadi pelaku aktif dalam pelestarian adat istiadat.







