Tiga Hari Hilang, Eko Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Sintang, Warta Jurnali –Poto penemuan sesosok mayat pria terbujur kaku terbungkus tarpal disemak-semak beredar digrup media sosial dan menjadi pembahasan hangat serta ramai mengundang komentar para anggota grup. Tampak dalam Poto mayat lelaki terbujur kaku, dengan kondisi membengkak hampir membusuk diangkat oleh petugas berseragam polisi mengunakan tarpal oren dari semak-semak yang tergenang air.

Dari hasil Konfirmasi ke pihak berwajib, Kapolres Sintang melalui Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto, membenarkan kejadian itu. sosok mayat tersebut adalah Eko Hermanto yang hilang semenjak Sabtu 05/09/2020 lalu dan baru ditemukan pada selasa 08/09/2020, sekitar pukul sebelas siang dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi, di area perkebunan sawit milik PT. Sawit Khatulistiwa Lestari Estate, Blok T 11/12, mensiku, kecamatan Binjai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pada hari selasa 08/09/2020, sekitar pukul sebelas siang

“Pada hari Senin tanggal 07/09/2020 sekira pukul pukul 15.30, Polsek Binjai hulu mendapat laporan bahwa salah seorang karyawan PT. SKL tidak diketahui keberadaan semenjak hari Sabtu lalu. Menindak lanjuti laporan tersebut, pada hari Selasa 08/09/2020, sekitar pukul 09.00 wib, personil Polsek Binjai hulu di pimpin Kapolsek Binjai hulu dengan membawa lima anggota polsek Binjai hulu mendatangi Kamp PT. SKL dan melakukan pencarian” ungkap Iptu Heritanto

Setelah melakukan pencarian hampir tiga jam, akhirnya anggota Polsek Binjai Hulu menemukan korban yang sudah tidak bernyawa lagi.
” pukul 11.00 wib, di temukan karyawan hilang tersebut dalam keadaan meninggal dunia yang diduga bunuh diri akibat Putus cinta dengan pacarnya” Tulis Iptu Hariyanto, saat dikonfirmasi Warta Jurnalis melalui pesan seluler.

Adapun identitas korban yang diduga bunuh diri tersebut adalah seorang laki-laki berusia dua puluh dua tahun, bernama Eko Hermanto, tempat tanggal lahir, Mensiap baru, 06/12/1998 warga dusun Wonoharjo RT.007 RW.004 Desa Mensiap baru kecamatan Tempunak, Sintang dan merupakan kariawan PT SKL.

Lebih dalam Iptu Hariyanto menuliskan
Bahwa dari olah TKP ditemukan bekas muntahan korban mengandung racun tikus merk Pleret dan di sekitar muntahan tersebut kondisi rumput dalam keadaan kering dan layu. “Dugaan korban bunuh diri dengan memakan Racun tikus dicampur dengan Racun rumput dan kondisi mayat ditemukan berada di parit” terang Nya. (H3n)