Pada 23 april 2025, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, S.M., menghadiri kegiatan Bimbingan Manasik Haji 1447 Hijriah/2025 Masehi yang diselenggarakan di Masjid Agung Darussalam, Putussibau.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya bimbingan manasik sebagai bagian dari persiapan menyeluruh sebelum menunaikan rukun Islam kelima. Ia mengajak seluruh calon jemaah untuk mengikuti kegiatan manasik dengan sungguh-sungguh agar memiliki pemahaman yang utuh, baik secara teknis pelaksanaan ibadah maupun dalam menjaga etika selama berada di tanah suci.
Wakil Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia agar memperhatikan kondisi kesehatan sejak dini. Ia mengimbau agar seluruh jemaah menjaga stamina, memperhatikan pola makan, serta mematuhi petunjuk medis dari petugas kesehatan yang telah ditugaskan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan saling membantu di antara sesama jemaah, agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
Kegiatan manasik ini mendapat apresiasi dari para peserta, yang merasa terbantu dalam memahami proses dan tata cara pelaksanaan haji. Bimbingan diberikan oleh para pembimbing berpengalaman dari Kantor Kementerian Agama Kapuas Hulu yang secara intensif mempersiapkan materi, simulasi, dan tanya jawab.
Dengan digelarnya bimbingan manasik ini, diharapkan para jemaah haji asal Kapuas Hulu dapat menjalankan ibadah haji dengan baik, khusyuk, dan pulang ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur.
Tak kalah penting, masyarakat juga berharap agar sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan tokoh-tokoh agama lokal terus diperkuat, tidak hanya dalam konteks pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga dalam pembinaan kehidupan beragama di daerah secara umum.
Mereka menginginkan agar kegiatan bimbingan keagamaan semacam ini menjadi rutinitas yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Secara lebih luas, masyarakat menaruh harapan besar agar kehadiran Wakil Bupati di tengah-tengah kegiatan religius dapat menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di Kapuas Hulu tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan spiritual masyarakat.
Dengan pendekatan yang humanis dan berakar pada nilai-nilai keagamaan, diharapkan Kapuas Hulu dapat tumbuh menjadi daerah yang tidak hanya maju, tetapi juga religius, harmonis, dan penuh kedamaian.







