Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, S.M., memimpin rapat koordinasi penting dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan Buka Puasa Bersama, sekaligus Puncak Safari Ramadhan, serta Pemantapan Kegiatan Pemuliaan Anak Yatim Piatu, Duafa, dan Mualaf Tahun 2025. Rapat digelar pada 20 Maret 2025 bertempat di ruang rapat Bupati Kapuas Hulu.
Rapat ini dihadiri oleh jajaran OPD terkait, tokoh agama, serta panitia pelaksana kegiatan yang bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan yang diharapkan. Wakil Bupati Sukardi menekankan pentingnya persiapan matang agar kegiatan ini dapat menjadi momentum yang bermakna bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi anak yatim piatu, dhuafa, dan mualaf yang menjadi fokus perhatian dalam kegiatan pemuliaan tersebut.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama dan puncak Safari Ramadhan bukan sekadar acara seremonial, tetapi harus dijadikan sarana untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menguatkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kapuas Hulu.
Selain pembahasan teknis pelaksanaan acara, rapat juga membahas strategi komunikasi publik, distribusi bantuan sosial, protokol kesehatan, dan pelibatan berbagai pihak agar acara berlangsung sukses dan aman.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, Wakil Bupati berharap kegiatan Buka Puasa Bersama dan Puncak Safari Ramadhan 2025 dapat menjadi ajang silaturahmi yang bermakna serta meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di Kabupaten Kapuas Hulu.
Masyarakat Kapuas Hulu menyambut dengan antusias rangkaian kegiatan Ramadhan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, terutama Buka Puasa Bersama, Puncak Safari Ramadhan, serta kegiatan pemuliaan bagi anak yatim piatu, dhuafa, dan mualaf. Mereka berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar, penuh kehangatan, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Warga sangat mengapresiasi perhatian khusus pemerintah terhadap anak-anak yatim, keluarga dhuafa, dan para mualaf yang seringkali membutuhkan dukungan moral dan materi. Mereka berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memberdayakan penerimanya agar bisa mandiri di masa depan.
Selain itu, masyarakat juga berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum yang mempererat tali silaturahmi antarwarga serta meningkatkan rasa kepedulian sosial dan solidaritas di tengah keberagaman yang ada. Mereka ingin agar pemerintah terus konsisten menyelenggarakan program-program sosial yang inklusif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung.
Warga juga berharap agar kegiatan Ramadhan ke depan semakin meriah dan diisi dengan berbagai program positif, seperti edukasi keagamaan, penguatan nilai moral, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan begitu, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan penuh berkah untuk membangun kesejahteraan dan kebersamaan di Kapuas Hulu.







