Wakil Bupati Sintang Resmi Menutup Pekan Gawai Dayak ke-XII, Apresiasi Partisipasi dan Kedisiplinan Masyarakat

banner 468x60

Sintang, 19 Juli 2025 – Wakil Bupati Sintang, Bapak Florensius Ronny, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pekan Gawai Adat Dayak ke-XII Kabupaten Sintang Tahun 2025. Acara penutupan yang berlangsung meriah ini diselenggarakan di Rumah Betang Tampun Juah, Jerora 1, pada Sabtu malam.

Dalam sambutannya, Florensius Ronny mengawali dengan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkumpulnya seluruh hadirin dalam kondisi sehat walafiat untuk memeriahkan gawai.

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa pada malam hari ini kita masih dapat hadir dan berkumpul bersama-sama dalam kegiatan penutupan Gawai Dayak ke-12 tahun 2025 dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan satu pun,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Florensius Ronny juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini, meliputi panitia pelaksana, Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten, DAD Kecamatan, hingga DAD tingkat desa, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif.

Beliau secara khusus menyoroti laporan panitia yang menunjukkan tidak adanya insiden keributan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Hal ini, menurutnya, merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Dayak adalah masyarakat yang bermartabat dan memiliki disiplin tinggi.

“Ini tentu menjadi modal yang kuat bagi masyarakat Dayak untuk maju di masa-masa yang akan datang,” pungkas Ronny, menekankan pentingnya nilai-nilai tersebut bagi kemajuan komunitas.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan yang digelar selama Pekan Gawai Dayak. Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, beliau berpesan agar tetap optimis dan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk kesempatan gawai tahun depan.

“Bagi kecamatan atau DAD kecamatan dan desa yang belum juara, kami berharap tahun depan dapat berlatih lebih giat lagi untuk bagaimana ke depan bisa menjadi juara dalam perlombaan DAD ke-13 tahun 2026,” ungkapnya, memberikan motivasi dan semangat kompetisi yang positif.

Di akhir sambutannya, Florensius Ronny menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya Dayak. Komitmen ini selaras dengan makna gawai yang disampaikan oleh Ketua Panitia dan Ketua DAD Kabupaten, yang mencakup aspek-aspek fundamental dari perayaan ini.

“Makna dari gawai ini, jika saya tangkap tadi, yaitu bagaimana kita bersyukur, kemudian bagaimana kita berbagi, dan bagaimana kita menjaga serta melestarikan kebudayaan Dayak,” ujar Ronny, merangkum esensi filosofis dari Pekan Gawai Dayak.(red)

Pos terkait

banner 468x60