Jarot : Konsumsi Ikan di Kabupaten Sintang Masih Rendah

banner 468x60

SINTANG, wartajurnalis.com — Hadiri Launching Kerambak Ikan Humaniora Milik Kodim 1205/Sintang, di tepian Saka 3 Sungai Kapuas, Jarot Winarno heran konsumsi ikan di Kabupaten Sintang tergolong masih rendah. Kamis, (3/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Jarot mengatakan bahwa insiatif-inisiatif seperti yang di lakukan oleh Kodim 1205/Sintang dengan membuat kerambak ikan di tepian Saka 3 Sungai Kapuas ini adalah contoh terbaik, kemudian juga sambil mengurangi aktivitas peti di sungai. “Peti itu sih dampak mercurinya gak ada lah, karena dia memakai mercuri itu di darat, bukan di sungai, sehingga setiap saat kita ukur kadar mercuri di air PDAM kita selalu normal, tapi peti ini yang paling pengaruhnya banyak dampakkan bisa di sedimentasi sungai, lumpurnya nda bisa di kontrol, daya dukung lingkungannya yang rusak, sehingga bukan tempat yang ideal untuk pertanian dan perikananlah,” ujar Jarot.

Bacaan Lainnya

Silahkan geser keatas untuk lanjut membaca

Untuk itulah, kata Jarot, Pemkab Sintang sangat memberikan apresiasi kepada Kodim 1205/Sintang yang telah berinisiatif membuat kerambak ikan ini. “Terima kasih kepada pak dandim dan jajarannya, ini akan menjadi contohlah, good practices untuk budidaya ikan di sungai terutama, kemudian juga bisa mengembalikan peradaban tepi sungai kita, sehingga masyarakat lain bisa mencotohnya, karena mata pencaharian pertama masyarakat terutama yang tepi sungai yang lebih banyak adalah peti, bukanlagi karet karena sering banjir, sawit dia nda punya, mudah-mudahan dengan adanya kerambak ini kejayaan kembali budidaya ikan jadi salah satu bentuk mata pencaharian dan menghidupkan kembali peradaban tepi sungai, sebagai salah satu untuk meningkatkan konsumsi ikan, kemudian lagi memberi imunitas masyarakat terhadap corona,” harap Jarot.

“Ini peradaban sudah mulai hilang, dulu pertama kali saya kesini belum ada jembatan dua ni tiap hari pakai alkon atau speed dua pk, rumah saya seberang sana ke seberang sini jadi peradaban sungai hidup, itu dulu, sekarang ini sudah mulai hilang, tapi dengan segera di wujudkannya waterfront city kita mudah-mudahanlah kehidupan peradaban sungai kita bisa lebih hidup lagi, tanpa mengurangi identitas peradaban tepi sungai kita, di perkaya dengan budidaya kerampak seperti ini yang banyak,” pungkasnya.(sr)

banner 468x60