Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengikuti prosesi ritual adat Serawai yang dikenal dengan sebutan “Hajat Adat”, sebuah tradisi sakral yang dilaksanakan sebagai bentuk pemenuhan nazar, permohonan doa, atau ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas terkabulnya harapan dan keinginan.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh adat, masyarakat setempat, serta perwakilan pemerintah daerah. Dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati mengikuti rangkaian upacara adat yang dipimpin oleh tokoh adat Serawai, termasuk pembacaan doa-doa leluhur, penyampaian niat syukur, serta persembahan simbolik kepada Sang Pencipta sesuai dengan tradisi leluhur Dayak Serawai.
Florensius Ronny menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam ritual adat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal serta sebagai wujud syukur mendalam atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan masyarakat dalam mengemban tugas sebagai Wakil Bupati Sintang.
Ritual “Hajat Adat” dalam budaya Serawai dikenal sebagai sarana spiritual yang menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta dan leluhur, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam masyarakat. Tradisi ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemimpin daerah dengan warga dan tokoh adat.
Masyarakat yang hadir menyambut baik pelaksanaan hajat adat tersebut, mengapresiasi sikap Wakil Bupati yang tetap menjunjung tinggi adat dan tradisi lokal di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.
Prosesi ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, diiringi musik dan tarian tradisional Dayak Serawai yang turut memeriahkan suasana.
Usai mengikuti ritual adat Serawai sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap tradisi leluhur, masyarakat Sintang menyampaikan sejumlah harapan terhadap Wakil Bupati Florensius Ronny dalam menjalankan tugasnya ke depan.
Masyarakat menginginkan sosok pemimpin yang tidak melupakan akar budaya, namun tetap mampu berinovasi dan bekerja nyata dalam membangun daerah. Keikutsertaan Wakil Bupati dalam “Hajat Adat” dianggap sebagai simbol bahwa ia tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal, yang menjadi fondasi penting dalam kepemimpinan di wilayah yang kaya akan budaya seperti Sintang.
Dalam konteks pembangunan, masyarakat berharap Wakil Bupati terus mendorong kemajuan infrastruktur pedesaan, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta memperhatikan nasib petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya pelestarian lingkungan hidup di tengah pesatnya aktivitas ekonomi, terutama terkait perlindungan hutan, sungai, dan tanah adat.
Tidak hanya itu, masyarakat juga menaruh harapan besar agar Florensius Ronny menjadi pemimpin yang transparan, merakyat, dan hadir di tengah-tengah rakyat dalam setiap persoalan. Masyarakat ingin pemimpin yang tidak hanya hadir saat seremoni, tetapi juga saat dibutuhkan dalam kondisi sulit.
Bagi generasi muda, Florensius Ronny dianggap sebagai tokoh yang bisa menjadi inspirasi untuk tetap mencintai budaya sendiri, namun terbuka terhadap kemajuan zaman. Keterlibatannya dalam adat, menurut mereka, memberi pesan bahwa kemajuan tidak harus melupakan identitas.
Secara keseluruhan, harapan masyarakat terhadap Wakil Bupati Sintang tidak hanya dalam bentuk capaian pembangunan fisik, tapi juga dalam memperkuat persatuan, budaya, dan keadilan sosial yang berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.







