Bupati Sintang Beri Respon Tentang Permasalahan Sampah di Sintang

banner 468x60

SINTANG-Rabu, 16 Juli 2025, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan keprihatinannya terhadap permasalahan sampah di wilayah Kabupaten Sintang. Hal tersebut disampaikannya dalam kata sambutan pada pembukaan PGD Kabupaten Sintang tahun 2025, mengingat banyak nya keluhan dari masyarakat terhadap sampah yang ada di berbagai tempat di sintang. Kegiatan ini bertempat di rumah betang tampun juah, desa jerora satu, kabupaten sintang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Ketua DAD, Ketua Panitia, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta Tamu Undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Silahkan geser keatas untuk lanjut membaca

Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

” Sintang terkenal dengan masalah sampah. Sampah, kalau sampah sudah tidak benar, hanya pemerintah yang salah. Coba hari ini kita mulai mengoreksi diri dari bagaimana kita mengumpulkan sampah, dari bagaimana kita sendiri membuang sampah. Kalau sampah sudah pada tempatnya yang ditentukan oleh pemerintah, peemrintah tidak membuang, tidak menindak selanjutnya baru kita salahkan pemerintah, koreksi kita masing-masing. Saya rasa kalau berangkat dari koreksi kita, saya rasa sampah tidak separah itu, Saya bukan, bukan berarti saya Bupati yang tidak boleh salah, saya siap salah. ” Ungkapnya Bupati Sintang.

Masyarakat Kabupaten Sintang memiliki harapan besar terhadap pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga warga secara individu. Mereka menilai bahwa masalah sampah tidak bisa diselesaikan secara sepihak, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Masyarakat berharap pemerintah menyediakan lebih banyak tempat sampah di lokasi-lokasi strategis, serta meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, terutama di pasar-pasar tradisional dan kawasan padat penduduk. Mereka juga mendorong adanya program daur ulang berbasis masyarakat yang bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga kecil.

Masyarakat juga menginginkan edukasi yang lebih masif di sekolah-sekolah dan tempat ibadah tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah yang benar. Mereka yakin bahwa perubahan perilaku akan tumbuh jika dibarengi dengan contoh dan dukungan nyata dari pemerintah.

Harapan masyarakat, juga hadirnya regulasi yang tegas bagi pelaku usaha atau individu yang membuang sampah sembarangan. Mereka juga mendambakan sinergi yang kuat antara Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah desa/kelurahan, dan komunitas peduli lingkungan.

Editor: Indri

Pos terkait

banner 468x60