Kalapas Cilodong Diamankan Reserse Narkoba Polrestro Jakbar

KOTA DEPOK — Dinilai sudah melanggar sumpah ASN, sikap atau perkataan dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kebenaran, seperti yang dilakukan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas Insecta Cilodong, Kota Depok Anton alias A, sudah melanggar sumpah ASN. Karena diduga menggunakan narkotika jenis sabu.

Hal tersebut dibenarkan Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, bahwa Kalapas diamankan sekitar Pk. 03:30 WIB, oleh tim Satuan Reserse narkoba Polrestro Jakarta Barat dengan barang bukti 0,5 gram narkotika jenis sabu di sebuah kamar kos di kawasan Slipi, Jakbar, Jumat (25/6/2021), lalu.

“Benar, pihak Satresnarkoba Polrestro Jakarta Barat telah mengamankan petugas Lapas Depok yang berinisial A hasil dari pengembangan salah satu pemakai narkoba yang juga telah ditangkap,” ujar Rika, Minggu (18/7/2021).

Pernyataan Rika Aprianti juga diamini Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Taufiqurrakhman, bahwa Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Depok ditangkap polisi karena, dugaan kasus narkoba.

“Jadi, Karutan Depok yang bernama Anton itu ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Barat akhir Juni 2021 lalu. Saat ini Karutan Depok masih dalam status penyidikan di Polres Metro Jakarta Barat. Kita serahkan sepenuhnya kasus hukum itu kepada kepolisian,” tegas Taufiq.

Menurutnya, bahwa saat ini soal status Karutan, dalam pengusulan untuk dilakukan pemberhentian sementara hingga ada titik terang status hukumnya.

“Artinya, sementera untuk jabatan Karutan Depok saat ini telah diangkat Plh untuk melangsungkan jalannya organisasi,” tutur Taufiq.

Dia menambahkan, bahwa Kemenkumham tidak akan menghalang-halangi aparat penegak hukum apabila ada petugas dari pihaknya yang terjerat kasus hukum.

“Jadi, seluruh staf atau pejabat termasuk Karutan Depok ini jika memang terbukti berdasarkan pemeriksaan Polisi, sesuai hukum yang berlaku harus ditindak,” pungkas Taufiq.

Taufiq juga menegaskan, bahwa Menkumham melalui, Dirjenpas sedang melakukan pembenahan kepada seluruh personilnya. Selanjutnya, dengan melakukan pembinaan yang tegas terhadap seluruh personil jajarannya dan zero toleransi apa bila ada personilnya yang terbukti terlibat pelanggaran hukum.

“Jadi, apalagi narkoba pasti dikenakan sanksi keras, bahkan sampai kepada pemberhentian dengan tidak hormat,” tandasnya. FALDI