Lasarus Dorong Bandara Supadio Kembali Berstatus Internasional, Tegaskan Komitmen Bangun Infrastruktur Kalbar

banner 468x60

Pontianak – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat, termasuk mendorong pengaktifan kembali status internasional Bandara Supadio Pontianak. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah kegiatan bersama masyarakat, di mana ia juga mengulas tentang peran sosial dan gagasannya untuk membentuk sebuah organisasi kemanusiaan.

Lasarus, yang telah menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2009 dan mewakili Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II, menyebut bahwa kepedulian terhadap masyarakat menjadi prioritas utamanya, baik dalam peran politik maupun sosial.

“Kami dulu pernah berhasil mengumpulkan hampir 300 ton beras untuk disalurkan kepada masyarakat. Sumbangan itu bahkan sempat terlihat lebih besar dari yang disalurkan oleh pemerintah. Artinya, masyarakat dan pihak swasta percaya kepada kami sebagai penyalur bantuan. Dari situ saya berpikir, mengapa tidak membentuk organisasi sosial yang dapat menampung kepedulian dari berbagai pihak saat terjadi bencana atau kebutuhan mendesak lainnya,” ungkap Lasarus.

Ia menambahkan, pembentukan organisasi tersebut masih dalam tahap pertimbangan matang, terutama dari sisi transparansi dan akuntabilitas.

“Organisasi ini nantinya hanya menjadi jembatan untuk menyalurkan amanah dan niat baik dari orang-orang kepada mereka yang membutuhkan. Tentu perlu sistem yang profesional agar semua bantuan tepat sasaran,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lasarus juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Perhubungan RI terkait pengembalian status internasional Bandara Supadio Pontianak.

“Saya sudah sampaikan kepada Menteri, dan saya hanya tinggal menunggu surat resmi dari Gubernur Kalimantan Barat yang mengajukan permohonan agar Bandara Supadio kembali berstatus internasional. Setelah surat itu saya terima, insyaallah prosesnya tidak akan lama. Saya siap membantu secara maksimal sebagai Ketua Komisi V,” tegasnya.

Lasarus optimistis pengaktifan kembali status internasional Bandara Supadio akan memperlancar mobilitas warga Kalbar dan meningkatkan konektivitas daerah dengan luar negeri. Ia juga menyebut telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat terkait hal tersebut.

Tak hanya fokus pada sektor transportasi udara, Lasarus juga menyinggung pentingnya perbaikan dan pemerataan infrastruktur jalan nasional maupun daerah. Menurutnya, Presiden RI saat ini sedang melakukan review menyeluruh terhadap program infrastruktur.

“Kondisi jalan nasional saat ini sekitar 97 persen dalam kondisi mantap. Namun masih ada titik-titik bolong yang perlu segera diperbaiki. Kalau tidak bisa ditambal cepat, maka harus direkonstruksi. Kita juga sudah menyampaikan kepada Presiden soal pentingnya meningkatkan kualitas jalan daerah, karena infrastruktur jalan yang baik akan menurunkan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Lasarus juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang merancang Instruksi Presiden (Inpres) terkait jalan daerah, yang akan menyasar perbaikan jalan di provinsi, kabupaten, dan kota.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung rencana pembangunan Jembatan Kapuas III dan Kapuas IV sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di Pontianak. Menurutnya, mobilitas dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur yang masuk ke Pontianak membutuhkan infrastruktur penunjang yang lebih memadai.

“Kalau selama ini kita kenal Jembatan Kapuas I dan II, ke depan kita akan rancang Kapuas III dan IV. Perencanaannya sudah mulai dilakukan. Ini penting untuk kelancaran arus barang dan orang,” pungkas Lasarus.

Dengan sederet program dan langkah konkret tersebut, Lasarus menyampaikan bahwa dirinya ingin menutup masa pengabdiannya dengan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Kalbar. Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari ikhtiar amal jariyah yang akan terus membawa keberkahan.

Pos terkait

banner 468x60