Pemkot Depok Segera Terbitkan Surat Edaran untuk Protokol Kesehatan Pribadi

KOTA DEPOK — Berdasarkan perhitungan 15 indikator kesehatan penentu warna zonasi risiko Covid-19, nilai Kota Depok terakhir 1,71. Hal ini, disebabkan mobilitas penduduk Depok yang tinggi menjadikan lonjakan kasus konfirmasi positif. Maka, kita termasuk ke dalam zona merah yakni risiko tinggi dengan skor 0 hingga 1,8.

“Jadi, dengan peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 juga karena adanya kluster baru yakni perkantoran. Seperti, masyarakatnya yang bekerja di luar Kota Depok kemudian positif dan menularkan keluarga mereka,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris, di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Menurutnya, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera menerbitkan Surat Edaran untuk Protokol Kesehatan Pribadi. Kemudian protokol tersebut dibagikan ke seluruh warga Depok untuk mencegah Covid-19.

“Jadi untuk pekerja setelah kembali ke rumah harus steril dengan cuci tangan menggunakan sabun yang bersih, kemudian mandi dan baju celana direndam air panas. Setelah itu, baru berinteraksi dengan keluarga,” tutur Idris.

Idris mengingatkan, bahwa dengan adanya lonjakan kasus konfimasi positif di Depok juga merupakan hasil dari semakin masifnya pendeteksian melalui rapid test maupun Swab PCR. Bahkan, hingga kini Kota Depok masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

“Artinya, Reproduksi Effektif (Rt) masih dibawah 1, namun kondisi genting karena mendekati 1 yaitu 0,93 perlu tindakan nyata dan kehati-hatian. Namun perlu diketahui, bahwa persentase kesembuhan di Kota Depok melampau Jawa Barat dan Nasional,” imbuh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok itu.

FALDI