SMAN 6 Depok Sosialisasikan Silih Tulungan, Guna Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Membangun Kembali Kearifan Lokal

banner 468x60

KOTA DEPOK — Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Depok, Abdul Fatah mengungkapkan, bahwa pihaknya menggelar

kegiatan dalam bentuk dialogis serta program Sosialisasi Silih Tulungan. Kemudian juga dalam rangka mensukseskan program Rajut Kebhinekaan Dalam Aksi Kebangsaan SMA Negeri 6 Depok dengan tageline HEXA BISA 1 yang artinya, B=Berdisiplin, I=Integritas, S=Solidaritas, A=Agamis dan 1=Menjadi Nomor 1.

“Jadi, dalam kegiatan ini sebagai momentum titik balik kebangkitan dan kemandirian melalui program pemulihan ekonomi serta membangun kembali kearifan lokal Silih Asus Silih Asih dan Silih Asah,” ujar Fatah.

Ia menjelaskan, bahwa maksud dan tujuan diadakannya Sosialisasi Silih Tulungan ini memanfaatkan masa pandemi sebagai momentum titik balik kebangkitan dan
kemandirian melalui program pemulihan ekonomi. Membangun kembali kearifan lokal Silih Asus Silih Asih dan Silih Asah menjadi salah satu metode gerakan sosial masyarakat dalam menghadapi pandemi.

“Silih Tulungan adalah praksis egalitarian, karena kata Silih menyiratkan kesetaraan, dimana setiap manusia dikodratkan saling membutuhkan. Sejatinya pada setiap manusia melekat kebutuhan untuk menolong dan ditolong, memberi dan menerima pemberian,” jelas Fatah.

Menurutnya, bahwa Tuhan menganjurkan kewajiban habluminannas harus dijaga dan dirawat. Silih Tulungan yang didasari keikhlasan setara dengan Silih Doakeun (saling mendoakan) untuk kebaikan. Silih Tulungan adalah inti dari gotong-royong. Silih Tulungan harus melatari segala ihtiar (program kerja) untuk menanggulangi pandemi Covid-19 pada Tahap Penyelamatan, Tahap Pemulihan maupun pada Tahap Penormalan (adaptasi kebiasaan baru).

“InsyaAllah’ kegiatan Sosialisasi Silih Tulungan hari ini di hadiri Ketua Jabar Juara Provinsi Jawa Barat, Bapak Aminurdin,” tutur Fatah.

Fatah menambahkan, bahwa dalam kegiatan bentuk dialogis ini dilaksanakan oleh Divisi Komunikasi dan Gerakan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan di Jawa Barat, menghadirkan dua narasumber dan dipandu oleh moderator. Bahkan, giat ini juga dilaksanakan oleh Divisi Komunikasi dan Gerakan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan di Jawa Barat, menghadirkan dua narasumber dan dipandu oleh moderator.

“Jadi, dengan sasaran dari kegiatan ini adalah peserta didik dari lembaga pendidikan menengah atas, Pondok Pesentren dan Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Barat. Untuk setiap session kegiatan peserta berjumlah 40 orang,” pungkasnya. FALDI

Pos terkait

banner 468x60