KAPUAS HULU – Selasa 9 Desember 2025, Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, S.M., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2025.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pencegahan dan penurunan stunting tetap menjadi prioritas nasional dan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Ia mengingatkan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa hanya bertumpu pada intervensi kesehatan semata.
Wakil bupati minta setiap perangkat daerah memastikan data yang diinput lengkap, akurat, tepat waktu, sesuai bukti dukung, dan konsisten dengan pelaksanaan kegiatan riil di lapangan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati juga menyinggung kondisi kebijakan efisiensi anggaran nasional yang berdampak pada kapasitas fiskal daerah. Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada jajarannya yang tetap berkomitmen bekerja keras menurunkan kasus stunting di tengah keterbatasan tersebut.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal besarnya anggaran, melainkan bagaimana kita mengelola anggaran dengan cara yang tepat, akuntabel, dan menghasilkan dampak nyata. Tetaplah menjaga semangat integritas, loyalitas, dan profesionalisme,” tutup Wakil Bupati Kapuas Hulu.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi antarperangkat daerah semakin kuat dan langkah-langkah percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2025 dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah mampu memperkuat program pencegahan stunting hingga ke tingkat desa dan dusun, dengan memastikan pendampingan yang berkelanjutan oleh tenaga kesehatan, kader posyandu, serta petugas lapangan. Edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh anak, kesehatan ibu hamil, serta pentingnya sanitasi dan air bersih diharapkan semakin masif dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Masyarakat juga berharap ketersediaan pangan bergizi dan terjangkau dapat terus ditingkatkan, terutama bagi keluarga kurang mampu. Program bantuan gizi, pemberian makanan tambahan, serta penguatan ketahanan pangan keluarga diharapkan tepat sasaran dan merata, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting akibat keterbatasan ekonomi.







